Latest Entries »

Ini Bukan Tentangmu atau Dirinya…

Setelah lama tidak menulis tulisan galau bin gaje….
akhirnya dapat juga feelnya tuk nulis kayak gini..
okeh…
pemberitahuan:

“tulisan berikut dapat menyebabkan anda:
mengernyitkan kening (anda gak ngerti)
menaikkan alis (anda kaget)
menitikkan air mata (anda lebay)
hahaha peace!”

kuawali hari ini dengan bertengkar dengan mata dan otakku. Aku dan Hatiku berupaya untuk memaksa mereka tuk bangun. namun, agaknya mimpi semalam enggan membuat mereka terbangun. mereka masih terbuai dengan indahnya euforia mimpi semalam.
Sebenarnya hati dan diri ini tak ingin membahas mimpi semalam, namun apa daya pikiran mengambil alih hati dan diri ini. Semalam aku bermimpi, bermimpi tentang dirinya (apa sih, afwan Penulis lagi gaje)

Mimpi semalam menjadi kontroversi antara aku, hatiku, dan pikiranku pagi ini. Aku dengan frontal menolak untuk tidak membahas lagi mimpi itu, apa lagi untuk mengingatnya. sebaliknya, pikiranku bersikeras tuk mengingatnya, dia ingin mengenangnya. Aku maklum, sangat jarang dia dapat mengingat mimpi dengannya seperti waktu semalam. Tapi, setengah dari hati ini menolak kemaklumanku ini. Masih terngiang kata-kata Murobbi-ku tentang mimpi, tentang bagaimana mimpi dapat menyesatkan manusia dan bagaimana mimpi dapat menipu diri sendiri. Ah, lagi-lagi buah simalakama mendarat ke pangkuanku. Akankah Aku membiarkan diriku terbuai mimpi semalam? ataukah aku tetap dengan pendirianku tuk melupakan mimpi semalam?

Setengah hati ini mulai nakal kepadaku. Dia bisikkan kata-kata indah membuai, merayu, menyemarakkan hasrat diri ini untuk mengiyakan dan membiarkan tindakan dari pikiran ini. Namun, syukur ataukah harus ku sebut keberuntungan? setengah hati yang lain menyadarkanku.

“usah kau ingat cinta semu itu
ingatlah ada Dia yang selalu mencintaimu
cintailah Dia maka Dia akan mencintaimu

Dia tidak berharap untuk kau cintai tanpa menghiraukan duniamu
Dia hanya ingin engkau mencintai seseorang karena Dia
bukan karena Nafsu, bukan karena apapun

untuk itu, cintailah seseorang, tapi jangan melebihi Cintamu kepada-NYA
sesungguhnya hanya Dia yang bisa memberikan Cinta yang hakiki
cinta yang dapat menyelamatkanmu hingga akhir masa
cinta murni terbalutkan kasih yang suci”

#1:
“Mas, sibuk tidak?”
Aku menggelengkan kepala.
“Bisa, ikut saya? Saya mau Kolokium, pesertanya kurang satu. Saya butuh minimal sepuluh orang yang menghadiri kolokium saya. Kalau tidak, saya terancam tidak bisa kolokium, mas!”.
Kata-kata itu masih terngiang sampai sekarang, di dalam ruang seminar AGB yang dihadiri persis sepuluh orang. Nampak kakak itu tersenyum lega karena akhirnya bisa menghadirkan sepuluh orang dalam kolokiumnya. Namun demikian, Ketegangan di wajahnya masih terlihat jelas. Matanya memerah mungkin sehabis mengerjakan presentasi. Wajah memucat mungkin gabungan ketegangan yang memuncak dan darah yang belum bersirkulasi sempurna akibat begadang semalaman. Mungkin. Alhasil, presentasi pun berjalan tak sempurna. Kakak itu diserang habis-habisan oleh para penanya. Dipojokkan oleh dosen penguji dan bahkan dosen pembimbing sendiri. Kakak itu pun gelagapan menghadapi semua itu. Terlebih lagi saat dosen pembimbingnya mengatakan bahwa ia harus mengurangi kolokiumnya. Parah. Ini baru kolokium, baru penyampaikan proposal penelitian! Ya Allah Ya Rabb, semoga peristiwa ini dapat meluruskan tujuanku datang ke tempat ini.

#2
“Payuuunnggg! Servis Payunnngg!”
Sontak Aku berlari ke kamar, mengambil payung biru kesayanganku, dan memanggil abang tukang servis payung itu. Baru pertama kali Aku memperbaiki payung. Mengapa? karena ini Bogor, kota dengan hujan yang ganas dan luar bidahsyat! Anda harus mempunyai payung yang benar-benar kuat agar dapat dipergunakan secara jangka panjang, bukan payung sembarangan yang dibeli seharga lima belas ribuan di pinggir jalan. Aku memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh abang tukang servis payung itu. Dia mulai memeriksa bagian payung yang rusak, kemudian setelah menemukan yang rusak, dia pun mulai membuka kain parasut yang terpasang di kerangka payung tersebut, kemudian secara perlahan dan pasti, dia membuka bagian bagian payung yang rusak, dan mengganti bagian tersebut dengan bagian yang baru. kemudian dia mengambil payung selanjutnya, dia amati bagian apa yang rusak, kemudian dia membuka kain parasut yang terpasang di kerangka payung itu dan memasangnya di kerangka yang baru. Itu membuat pikiranku tersentak, mungkin tidak kalau pemerintahan diandaikan sebagai payung? Artinya kita singkap selubung parasut yang terpasang di pemerintahan kita, kemudian kita teliti permasalahan yang terjadi di pemerintahan tersebut, kemudian kita ganti secara keseluruhan bagian yang rusak tanpa ragu. Atau kita andaikan sebagai payung yang nomor dua tadi, setelah kita menyingkap tabir kebenaran yang ada di pemerintahan, apabila memang sangat rusak dan tidak bisa diganti per bagian, maka kita menyingkirkan pemerintah yang ada dan menggantinya dengan pemerintahan yang lebih baru, muda, kuat dan pastinya kokoh. Mungkinkah? wakaranai ^^

PR Angka 11???

uke…di tengah kesemrawutan jadwal dan kepeningan yang diakibatkan oleh mata kuliah AGH yang beribet, kenapa mesti ane bikin artikel ini ya? hhmmm ada beberapa alasan:
1. kurang kerjaan (boong, padahal banyak, cuman males)
2. karena di jadiin PR ma kadri, dan kadri itu serem, katanya hafal mantra heri poter, meskipun ane gak mau kerjain , pasti bakalan di mantrain ma si kadri buat bikin nih artikel. nama mantranya,,,,kalo nggak salaah…heheh lupa…(bodo amat)
3. karena artikelnya menarik jadi yah, gak papa lah…
4. karena udah lama nggak nulis, jadi untuk menaikkan mood nulis , mending nulis, heeh?? gaje ya?? biariin…blog ane juga ini, :P

uke…tugasnya ntu bikin sebelas fakta tentang diri sendiri…uke lah…ini dia
1. dulunya saya kurus. *saya kelewat chubby (ingat ya chubby, bukan gendut) mungkin karena karma ngejekin temen yang ndut, kemudian ‘balas dendam’ yang berlebihan terhadap nasi dan masakan ibu pas bulan puasa sehabis dari Orange, MA. pesan: balas dendam itu gak baik, apalagi pas bulan puasa. bisa gendut, eh salah ding, chubby.
2. selama di asrama, sendal saya hilang 2 kali (dan masih mencari siapa yang ngilangin, wahai warga C4, kembalikan sandalku!!! T_T)
3. saya mau jadi SR di asrama C4-sylva
4. Saya suka memperhatikan tingkah laku orang lain
5. pernah dua kali makan musuhnya syaun de syip di US, dan bener-bener gak sengaja (summpahhh deh ane zuzur, gak sengaja)
6. suka ngeliatin si ceribel joget2 gak jelas kalo lagi nyanyi
7. suka jahil, serius, kalo jahil kadang bikin orang yang dijahilin ngambek
8. saya suka makan Tahu, tempe, Telur, dan terong (4t hehhehe)
9. pernah rela tidak berhape 2 minggu demi menunggu hape 6300 yang dikirim dari palopo
10. pernah jadi sekretaris umum pas Sma meskipun tulisan jelek
11. i am manchunian!!! yeah glory glory man united

selanjutnya pertanyaan dari kadri huaaa….bentar ya ane kopas dulu…
1. Ayah dan Ibumu jadian pas umur berapa?
: ukeh, ane kagak tau, soalnya ane belum lahr tapi satu hal yang pasti, mereka putus saat menikah, dan jadian lagi setelah menikah,,,
2. Kamu pernah punya pacar berapa kali?
: kadri, seriously??? ukee…berapa yaa??? 4 kalo nggak salah…heheh jaman jahiliyah banget dah
3. Kalau belum pernah punya pacar, pernah ada teman lawan jenis yang terasa ‘menarik’ tidak? :mgreen:
: yeessss,,,udah pernah, jadi pertanyaan ini gak mesti dijawabkan?? ahaha
4. Apa kontribusi nyata yang bisa kamu lakukan untuk bangsa dan negara Indonesia ini dalam lima belas menit kedepan?
: pastinya dengan nggak korupsi, kan katanya kalo gak bsa mengobati, yang penting mencegah,,,heeheheh
5. Menurutmu, Nazarudin sebaiknya dipenjara atau tidak?
: menurut ane, nazaruddin mending dimiskinkan terus di penjara selama 50 tahun….hehheehe
6. Kamu senangnya pakai tas punggung atau tas sampir bahu?
: tergantung sikon dan mood, tapi kalo ke kampus pas mau kuliah pastinya tas punggung lah
7. Kalau bisa milih, kamu mau milih mana: motor atau mobil, terus alasannya apa?
: milih mobil yang bisa jadi motor, bisa gak??? kalo gak bisa ane bikin dah….soalnya bogor cepet macet..hehhe kalo perlu mobilnya jadi helikopter
8. Kalau kamu mendapat kejutan menang lotre satu milyar dolar, mau kamu apakan uangnya?
: zakat mal dulu, terus bantu orang tua, terus ngebangun asrama C4-Sylva, terus buat industri pertanian terpadu…kemudian disimpen buat mahar nikah…hehehehe
9. Artis Barat favorit kamu dan alasannya dong?
: gak ada, heheheh bisa artis dari jepang gak?? ane sukanya YUI sih, tapi dulu sempat suka sama si ntu tuh, si siape yee??? ntu loh yang maen di heroes, hayden panettiere, soalnya pas maen di heroes dia gak bisa mati,,ehehe
10. Menurut kamu, apa ciri utama sebuah blog yang bagus?
: blog yang bagus teh blog yang ditulis dengan tulus gak maksa,,heheh n gak sara menurut ane ya,,,,

11. Terakhir, ada tema-tema mengenai film 2012 nih ya … Agak mengkhayal dikit. Jika suatu hari nanti kamu terbangun, dan menyaksikan sebuah siluet planet raksasa terbit di ufuk Barat, sangat dekat dengan bumimu ini, apa yang akan kamu lakukan? #purefantasy
: tidur lagi, kali aja mimpi doank,,,kalo ternyata bener, minta izin nikah bentar, terus ceritanya meninggalnya bareng-bareng (plaakkkkk sumpah ini ane ngawur)…hemmm kurang memuaskan yee jawabannya…uke dah, gini dah, ane nyalahin lepi, terus mosting dosa2 ane ama orang terus ditag satu2 ,,,minta maap, terus beli tiket pesawat pulang, terus minta maap ama ortu ma sodara2…terus mandangin siluet planet raksasa ntu, kan cuman siluet kan ya??? hehehehe

Menunggumu Itu…

Menunggu itu bagiku adalah hal yang biasa.
namun, menunggu kali ini benar-benar menyesakkan.

Malam ini, di batang pohon, aku ditemani empat orang “gak jelas”
duduk bersama menunggunya yang tidak kunjung datang. \
seharusnya, dia sudah datang menyapaku kemarin.
namun, entah mengapa, dia tak kunjung datang.
adakah dia sedang digodok oleh medusa?
ataukah dia serang sekumpulan kuda troya di jalan?

dalam duduk diamku di meja persegi ini
diantara mereka yang sedang berdiskusi hebat itu
aku sendiri
diam, menunggu dan tetap menunggu

wahai ukiran indah di sayap putih
kapankah engkau datang?
tak tahukah kalau
menunggumu itu….menyebalkan

wahai REVISI PENGEMAS!!!?????

Salam Gelas Kopi….

Sudah lama rasanya ingin mosting lagi artikel tentang gelas kopi, kangen banget dah mau ngumpul bareng ama orang-orang gaje bin abnormal itu. Alhamdulillah, tanggal 29 Desember, keinginan saya tercapai, walaupun hanya bertiga, tapi yah yang penting bisa ngumpul dengan makhluk gaje dari gelas kopi, hehehe.

Baik, dalam perjalanan saya kali ini, Saya ditemani dengan dua orang Lurah “Kecil”, mereka adalah : si Mila sang lurah Rusunawa alias A4 47 jadi ingat jargonnya dulu tuh, A4 “Bersatu, kuat, BERSINAARRR!” hahhaha sambil pake gaya lucu waktu itu…heheheh uke, satu lagi ane ditemenin sama Si Suwar, lurah A2 47, paling pas deh dulu karakternya ma jargon gedungnya, “A2 di Angkasa….Anggun dan Perkasa” hahahah perempuan kecil ini sekilas nyeremin tapi kalo udah deket anaknya lucu juga…heheheh sebenernya si hepi lurah A1 47 udah di ajak, tapi yah, katanya mau belajar, yawdah lah yah..jadinya kami bertiga saja yang berangkat…uke sebelumnya izinkan aku memperlihatkan ke 3 lurah kecil itu….

ini dia…

3 lurah kecil

untuk sekedar info…ane yang di tengah….sumpah ane bukan yang di kiri yang lagi pake jaket item (jaket gelas kopi) karena dia adalah Suwarti, “dalang” yang mengajak kami untuk bersuka ria sebelum UAS, …
saya juga bukan perempuan kecil berjilbab hijau yang ada di sebelah kanan, dia adalah mila, sahabat gelas kopi yang rela menunggu di stasiun, padahal dia baruu saja sampai di Bogor dari Bandung….

ukee…mungkin teman-teman bertanya, apa sih yang membuat kami nekat pergi ke jakarta?
aku beri tahu ya…
itu karena seseorang yang bernama, Taufik Ismail…
yakk,,,hari itu, Bapak Taufik Ismail akan mengisi sesi talkshow mengenai puisi…
sebenarnya masih ada bintang tamu seperti mas boim lebon sang penulis kocak dan mas tasaro, penulis Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan, tapi, tujuan ku sebenarnya hanya ingin melihat dan mendengar materi serta puisi dari bapak Taufik Ismail..
sedikit tentang bapak Taufik Ismail,,,
kenapa beliau sangat aku idolakan? karena beliau adalah angkatan pertama anak AFS…jadi senior ane gitu..heheheh anak angkatan 51 dan beliau angkatan 1…beuh…50 tahun bedanya yaK????? tapi selain itu, pertama kali dengar puisinya beliau tuh,,bener2 ngena tau..
makanya, pas diajakin mau ke jakarta buat ketemu pak Taufik Ismail, ane sih hayo hayo ajah (selain karena acaranya gratis) .hehheheeh….

baik, jadilah kami bertiga, tiga lurah kecil, sahabat gelas kopi, tiga makhluk unyu, imut, dan lucu bertualang ke jakarta, naek kereta, berdesak-desakan , tergencet-gencet, gak bisa napas, ampir pingsan, untung ajah udah sampai….kami gak jadi meninggal kehabisan napas…Alhamdulillah yah….siswanto… hehehehe

singkat cerita…
kami pun sampai di kampus orang-orang berjaket kuning….
beda ma IPB boy,,,
dari segi lingkungan dan orang-orangnya…hmmm
tapi ah…bodo amat..
yang penting bisa ketemu ma Pak Taufik Ismail hehehe

so…sesi pertama udah selesai, boim lebon sukses mengocok perut saya, dan mas tasaro berhasil memberikan saya pelajaran berharga….akhirnya…
the main event segera tiba…
Pak Taufik Ismail masuk dengan tenang, kemudian membacakan puisi pertamanya….
perbincangan selama kurang lebih 2 jam itu mengalir hebat…
tandemnya adalah seorang dosen dari FIB universitas itu,,,saling bercerita tentang puisi dan saling berbalas karya…
pak dosen dengan pantunnya yang mengritik pemerintah..
dibalas dengan puisi pak Taufik yang menyuguhkan realita indonesia..
dari korupsi hingga cut tari…sangat menarik…
sayang, adzan maghrib mengakhiri talkshow itu..

aku pun beranjak dari aula tempat talkshow itu menuju masjid FIB yang kelihatannya masih bergumul dengan isu Toleransi tentang adzan pada waktu kuliah…
selesai salat, aku menunggu 2 bocah itu,,,tiba-tiba pandanganku teralihakn oleh sosok pak Taufik Ismail yang baru akan salat maghrib,,,
kuputuskan untuk menunggu beliau sambil menggenggam kamera digital yang kubawa dari rumah…deg-degan..
2 bocah itu pun datang, kuceritakan perihal pak Taufik kepada mereka,,,dan yak,,,mereka setuju untuk menunggu pak Taufik bersamaku…menunggu beliau untuk kami “paksa” untuk berfoto bersama….heheheh

tak lama, beliau pun keluar dari masjid, memakai sepatunya, dan berjalan ditemani dengan LO dari Panitia….ku dekati beliau dengan langkah agak gentar, berbasa-basi tentang kami yang jauh-jauh datang dari bogor untuk mengikuti acara ini, dan…
“Pak, boleh minta foto gak?”///
beliau tersenyum, mengangguk…
Alhamdulillah……dalam hati bersorak kencang, namun wajah nampak sok cool tak ingin hilang wibawa….
3 kali kami dipotret dengan bapak itu..

kami mengucap terima kasih kepada bapak Taufik dan pulang dengan senang…
di kereta, walaupun tergencet, tapi tetep pengalaman di Jakarta,beserta foto dan pak Taufik memberi pengalaman berharga bagi kami semua…

ini foto kami, heheheh

Untukku yang Kurindu

Malam ini Kuputuskan bercerita untukmu
tentang rasaku untuknya, rinduku padanya

Tak biasanya malam seperti ini
terlalu diam dan terlalu sepi
mungkinkah malam mengerti?
tentang rindu yang ada di hati

untukmu sang belahan hati
adakah kau merasa rindu di hati?
seperti rinduku di dalam hati?
entah…

saat kubimbang di gelap malam
saat awan enggan bergumam
dan bintang enggan tergenggam
yang kutau rinduku padamu takkan padam

ah,
terlalu berat bagiku membahas rindu
rindu tak terperikan di dalam kalbu
disaat malam semakin kelabu
kutau hatiku semakin biru

untukmu yang selalu kurindu
hanya ini yang bisa kuberikan
sebagai tanda cintaku padamu
untuk semua cinta yang kau bagikan

untukmu yang kurindu di malam ini
Ibuku sang Matahari Hati

baik….intermezzo dulu dari penulis yeee….sebenarnya mau dihabisin sekarang tapi entar ajah deh
heheheh baik mohon maap baru bisa dilanjutin sekarang ceritanya..
buat para fansku, buat teman2ku, makasih yaa..
buat ibu, karena besok hari ibu…you are my everthing ===gaya itiklac===
oke dah…
bekicot maen yoyo
cekidot yo….
Jari Ari menari-nari di atas keyboard. Berkali-kali dia mengetikkan nama itu, tapi tidak pernah muncul foto yang dia harapkan.
“siapa sih sebenarnya dia?”, hatinya bertanya-tanya. Namun, sayang, pikiran dan hatinya sepakat untuk tutup mulut. Membisu tak pernah tahu. Di dalam genggamannya, sebuah liontin dengan gambar sesosok perempuan di dalamnya.
“apakah mungkin dia?”,
“tidak mungkin, sangat kecil kemungkinan itu dia”
=======================================================================================================================
“makasih yah , wilda, sizam. kalo bukan karena kalian, pasti aku tidak bisa sampai sejauh ini”, farah berterima kasih kepada dua sahabatnya itu.
“eh, tapi ente kok sampai berbuat gini cuman buat mastiin sih? kenapa nggak langsung tanyain ajah?”, tanya sizam penasaran…
“iyah, ente mah kalo penasaran gak usah seribet kayak gini tau…”, wilda menimpali
“hemm, entahlah,,tapi butuh waktu sih untuk meyakinkan ane kalo itu bener-bener dia”, katanya tertunduk. Tanpa ia sadari, sebuah liontin terjuntai dari lehernya. Laki-laki di dalam liontin itu nampak tersenyum kepadanya. Kenyataan yang dia ketahui secara tak sengaja bulan kemarin itu, membuatnya melakukan tindakan yang sama sekali tak terduga.
======================================================================================================================
Ari tertunduk lesu di hadapan laptopnya. Dia sama sekali tidak menemukan yang dia cari di layar itu. Bahkan, mbah gugel pun tidak berdaya dibuatnya. Diketikkannya nama Farah Munajah di layar itu, namun, tidak ada muka Farah di situ. Tidak ada biodata, tidak ada nama orang tua, tidak ada apapun selain foto-foto orang asing. Nihil. Tiba-tiba otaknya menyala.
“aduhhh, kopl*k! Kenapa enggak nyadar dari tadi! Dia kan anak temennya si Wilda ma si sizam kan ya? Berarti anak AGH dunks!”, sebuah ide kopl*k muncul di kepalanya disertai dua tanduk merah yang muncul. Dirinya tersenyum sinis, dan tampak seperti bocah neraka berwarna merah yang maen di bioskop. ===Heheheh peace penulis lagi lebay ===
=====================================================================================================================
Keringat bercucuran dari muka Farah. Praktikum Dasgron minggu ini memang membuatnya kewalahan. Selain, karena kebanyakan temannya yang gabut ngalur ngidul nggak jelas, panen kacang tanah memang dari tahun ke tahun paling merepotkan.
“hei gabuters, ke sini gak ente berdua? Cape’ ni motek-motekin kacang sendirian!”,
“bentaaarrr, nih mau foto-foto dulu!”, kata sizam sembari bergaya di depan kamera
“iiyaah jeung, bentaar lagi yaaa, eh sizam jangan gerak-gerak! Gimana sih?”, Wilda berkonsentrasi dengan kameranya.
Agaknya Farah harus bersabar melihat kedua sahabatnya itu, tapi yang membuatnya lebih kesal adalah sikap anggota lain di kelompoknya yang tidak datang saat hari panen tiba. Betapa tidak? Lahan seluas 75 meter per segi itu harus dipanen oleh tiga perempuan mungil nan imut dan sementara anggotanya yang lain enak-enakan bersantai di kontrakan masing-masing.
“uh, liat aja pas laporan akhir nanti, jangan harap nama kalian bakalan ada di sampul halaman!”, gerutunya. Dia benar-benar kesal. Untungnya masih ada dua sahabatnya yang masih setia menghiburnya setiap saat.
“fyuuhh capek juga yahh ternyata difoto tu”, sizam mengelap peluh dari pipinya
“iyahh, capek juga yah ternyata motoin elu zam”, si wilda protes
“hahahha itu mah derita lu, lda”
“eheemmmm iya yah, capek juga ternyata motekin kacang sendirian terus ngeliatin teman kelompok yang GABUT lagi FOTO-FOTO di ladang!”, Farah berada di belakang mereka, gedek, kesel, mata berapi-api, cahaya kuning berkibar-kibar dari seluruh tubuhnya, yak itulah fase marah dari farah, super farahiyan masih satu garis keturunan ama son goku. Farah kemudian menjewer telinga mereka, menyeretnya ke tumpukan kacang tanah, menuntun mereka duduk, kemudian menunjuk ke arah tumpukan kacang tanah. Wilda dan Sizam berpandangan
“iyah komandaannn!!!”
“hahhahahahaha”, mereka bertiga sontak tertawa bersama-sama. Mereka tidak menyadari kalau sepasang mata telah mengintai. pemilik mata itu berjalan mendekati target.
“ehemmm….Farah, aku mau ngomong!”, Ari berada di belakang Farah, dingin, tanpa ekspresi. Adrenalinnya berpacu, ada yang kurang beres dalam situasi tersebut. mencekam. entah mengapa semuanya terdiam saat itu.

bersambung….

ukeh ni mau ceritanya gimana ye??
antara sedih, terharu, bahagia,,,yawdahlah…cekidot…

waktu itu rabu, sekitar jam 3an///
habis kuliah pengemas, lanjut ma praktikumnya langsung/// (gila ye?)
terus lewatlah ane di koridor fema, pas banget ada yang lagi bazar (as usual sih sebenernya), tiba-tiba pandanganku teralihkan oleh sebuah stand boneka, dan pas banget di situ ada benda item putih make dot, iyah itu si timmy, bayi domba dari syaun de syip. ingat kemarin habis ngobrol bareng ma kakak,
kakak : eh dul, mau ka pamer, ada baju engri berts ku hehehhe
aku : baaa,,, curang, mau ka juga, tapi nda papa ji ada boneka syaun de syip ku beee
kakak: baaaa…mau ka juga belikanka, mau,,,,,
aku: heheheheh bohong ka….owh ko suka ji pale na syaun de syip..uke lah
kakak: hahah iya dunks…
——–
okeh jadi saat melihat boneka ntu, aku berpikir untuk membelikannya boneka itu sebagai hadiah wisudanya. hadiah wisuda sebagai penggantiku berfoto nantinya, soalnya saat kakakku ujian, UAS udah dekat,,,, thanks to IPB yang waktu liburnya nyeleneh-nyeleneh..

jadi, sudah kutetapkn, aku kubelikan boneka itu untuk kakak. sehabis praktikum, sekitar jam 5an lewat, aku lewat lagi tuk memastikan boneka itu masih, dan Alhamdulillah (yah, sesuatu) boneka itu sudah ada, so, aku suruh deh temenku buat beliin (ceritanya ane malu beli boneka gitu, rame lagi). yup, boneka udah dapet,,,,
tinggal di bungkus.
uke, keesokan harinya, aku beli kertas kado…
aku bungkus dengan skill seadanya,,,hhaha maklum lelaki
terus, aku biarin dah selama 2 minggu hahaha

pas rabu malem ane dah niat pengen ngirim tuh barang, soalnya beban batin gitu kalo gak kekirim, yo wis, ane tidur n ternyata hape ane kemalingan…ckckckckk

sedihhh….aku cek kotak itu, alhamdulillah masih ada,,,yawdah gak papah..yang penting janji ku buat kakakku masih bisa kujalankan….

uke dah esoknya ku kirim, masalah hape, ntar biar minta hape dari ibuku, yang kebetulan hapenya sama, nokia 6300, warna hitam ,kecil, mungil, dan reliable….
hahahha

yawdah…
mudah2an bisa nyampe di tujuan, ngga seperti hapeku yang telah seminggu dikirim, tapi gak nyampe2…huuuu
jadi alhasil seminggu penuh aku gak make hape, ditengah kesibukan dan agenda yang merajalele hahaha
well, enaknya sih gak ada yang ngejarkom gaje buat kumpul, ato apalha..jadi plong gitu rasanya…hahahha

baik, hari ini mungkin adalah puncaknya…
setelah minggu kemarin merencanakan proyek bersama, dari 5 hari pertemuan yang dijadwalkan, hanya sekali yang benar-benar efektif. Itupun pertemuannya molor 2 jam dari yang ditentukan. Dan sialnya lagi, aku yang harus menunggu mereka semua. baik, mungkin aku tidak bisa dihubungi lewat telepon, tapi please pernah tidak mendengar kata komitmen? agenda yang telah direncanakan bersama bukan hanya untuk sekedar pemanis kalender atau catatan di hape! bukankah dari awal kita sepakat kita akan bertemu dengan telah mengerjakan tugas yang telah dibagikan pada waktu-waktu tersebut? terus? realisasinya mana? kalau anda berkata anda ada agenda, kita sama! ini masalah prioritas, kalau memang dari awal anda tidak serius dengan proyek ini, lantas mengapa kita harus bersusah payah berembuk saat awal dan menentukan waktu untuk mengerjakannya bersama? untuk apa!? kalau memang dari awal anda telah mempunyai agenda yang lebih penting, mengapa anda tidak mengkomunikasikannya saat awal? Tolong, hargai waktu orang lain. kita masing-masing punya agenda dan amanah yang perlu diemban dan diselesaikan sebaik-baiknya. saya yakin anda mengerti itu semua. setahun di IPB dengan banyaknya pengalaman organisasi dan kepanitiaan mustinya telah mengajarkan itu semua. saya cuma tidak mengerti mengapa kalian dengan seenak saja mengubah jadwal dan membiarkan salah satu tim anda menunggu dalam ketidakpastian. jujur saya kecewa melihat kalian, saya mengerti kalian adalah para aktivis kampus yang sibuk, tapi tolong hargailah orang lain. bukankah sebagai aktivis yang baik anda harus memberikan contoh kepada orang lain? Lantas? apalagi yang menjadi alasan anda? keegoisan pribadi? mungkin? entahlah, hanya engkau dan Allah yang tahu. Kini saya sadar tim yang kita buat tidak berlandaskan nilai-nilai apapun. hanya sekedar alat tunggangan untuk mengejar target pribadi, bukan target tim!. Saya kecewa dengan anda sekalian, kalau saja anda mau memikirkan dan mengerti keadaan saya, pasti tidak jadi begini akhirnya. saya tidak tahu sekarang masih ada waktu atau tidak untuk memperbaikinya. jauh dalam hati sebenarnya saya masih menyimpan harapan yang besar kepada kalian semua untuk memperbaikinya, tapi kita liat saja sampai hari ini. akankah harapan saya menjadi kenyataan atau kalian masih egois dengan diri masing-masing.

“huaaahhhh, gaje dah…udah ujan, gak bawa jaket, laper, belum makan….huuuh ampir lengkap dah penderitaan ane,,,,”.

Ari menggerutu sembari berjalan di sepanjang koridor pinus ditemani hujan lebat dan gemuruh guntur. Ya, petang itu, Kamis, 24 Nopember 2011, lagi-lagi Ari pulang sekitar jam 6. Waktu yang paling gak tepat untuk pulang kuliah, karena pada sore hari, hujan dan guntur di Bogor udah pada ngetem pengen ke Dramaga. Setelah menunaikan salat maghrib di mushallah Ar-raudah punya himaskap. Dia berjalan menuju koridor GKA yang berada di seberang node Media Center, tempat favorit rapat anak-anak IPB selain kortan tentunya. Malam itu, dia harus rapat lagi di sana, teman-teman Faperta Fun Festival-nya mungkin telah menunggu di sana.

“kopl*k! kenapa ane mesti rapat jam segini ye? gile aje jam setengah 7 ntu emang udah pada salat ye?”, makin menggerutu. agaknya hujan dan petir Bogor berpengaruh kepada makhluk IPB seperti Ari, makhluk koplak gampang galau atau disingkat dengan Malak Gagal. hemmm…. gaje dah.

Dia berjalan dan tetap menggerutu melewati koridor pinus dan ibu-ibu yang setia “menjaga” koridor itu. memasuki node Media Center, langkahnya terhenti. Di sana dia melihat sesosok perempuan yang ia kenal. Kecil, bersuara cempreng, berjilbab, imut, dan lucu. Ya, tidak salah lagi, itu Farah Munajah bersama dua orang temannya.

“heei farah, kamu ikut aku ajah, aku anterin dah ke kos-an mu, suwer dah!”, kata si wilda. Perempuan seukuran farah (seenggaknya lebih tinggi 2 senti) yang keliatannya lagi gemes ke farah.

“iyah, rah, kamu ikut si wilda ajah, ntar kalo kamu nunggu hujan reda, yang ada ente nunggu ampe jam 10″, timpal si sizam. Perempuan chubby dan imut berbulu mata lentik menasehati Farah.

“enggak deh, makasih, kalian duluan ajah, aku gak mau ngerepotin”, Farah menolak dengan halus.

“ya elah, Farah, ntar kalo kamu di sini sendirian, terus ada penculik, terus kamu diculik, disekap, dimintai tebusan, gimana? kita kan kagak punya duit buat nebus kamu”, si wilda mulai lebay.

“iyah, ntar kalo kamu ilang yang tanggung jawab siape? terus kalo kamu ilang ntar aku nyubit pipi siape? terus yang bisa temenin curhat siape? huaaaa gak rela kalo kamu sampai ilang”, si sizam tak kalah lebay.

“husss… jangan berpikir yang gaje-gaje dah,,, gak papa kok, udah sanah kalian duluan ajah…”

“iiiii ih…kita kan sohiban kayak cherrybe**e, kita musti bersatu…” si wilda makin lebay dan gak nyambung

“hwaa dilema nih, kayak lagunya cherrbe**e, ” ckckck si sizam makin menggaje dan melebay-kan suasana.

“jyaa kok bawa-bawa cherrybe**e sih? udah dah gak papah kalian pulang ajah,”

Ari yang sedari tadi menguping di balik tiang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.

“hey chibi-thibiers…kok ngegaje n ngelebay sih? kurang payung ye? nih aku kasih pinjem”, kata Ari sambil menyodorkan payung birunya ke Farah.

“ehhh stranger, ente siape??, bukan penculik kan? aku udah tingkat dua white dove lho, jangan macem-macem” kata si sizam sedikit mengancam meskipun tetep gaje.

“eh ente si Ariyan Rahmat Lasuardi kan? anak ARL, kelas A16 waktu TPB? “, kata si wilda nyeletuk tiba-tiba.

“eh iyah, kok tau yah?”

“kita kan sekelas bego, wah kok lupa ma ane? ane Wilda Wulan Huzaimah”

“eh iyah ente si bigos ye?? hahahah “

“hei, gaje, ente baru inget ajah udah ngatain gue lu”, kata si wilda cemberut.

“eh hehehehe sori sori, penyakit lupa gue kumat”

hujan makin deras, guntur makin keras, dan gentan bikin gak waras, eh salah ding maksudnya pembicaraan makin panas.

“woooiiii!! stop the nostalgic please! bukannya seharusnya cerita ini tentang ane? kok malah banyakan dialog ente bedua ye? eh Penulis kok ceritanya jadi gaje gini? ane kapan ngomongnya? kalo ane gak ngomong-ngomong, ane pundung nih!” jyahh si pemeran utama protes. iya deh mba, bentar lagi ente ngomong kok, sabar, orang sabar pantatnya lebar, eh salah disayang Allah.

Payung biru yang Ari sodorkan masih belum berpindah tangan. Farah masih enggan tuk mengambil payung itu dari tangannya. Masih terbersit kejadian dua minggu lalu ketika dia bertemu dengannya. Yak, karena Hujan dan Payung mereka bertemu. Dua elemen yang selalu ada ketika mereka bertemu.

“eh, mas, gak usah deh, makasih, gak enak ngerepotin”, katanya malu-malu

“eeeh gak papah, aku masih lama kok pulangnya, aku masih ada rapat kok, n rapatnya lama”. Ari mencoba meyakinkan

“iiiyyaah, rah, ambil aja, ntar kita telat loh nonton cherrybe**e, gak sabar nih”, kata si sizam

“iiiyyyaaahhh ambil aja, kan mas nya ndiri udah bilang dia masih ada rapat, jadi gak papah” timpal si wilda sambil memperbaiki kacamatanya yang melorot di idungnya.

“tuh kan, temen-temenmu mendukung, hayu atuh diambil, gak papah” katanya sambil tersenyum

kembali muka Farah memerah. sekali lagi hanya hatinya dan Tuhan yang tau sebabnya. Farah mengambil payung biru itu dari tangannya. Dia membukanya dan bersiap tuk menerobos hujan.

“eits…jangan dulu, boleh minta nomor hape gak?” kata si Ari buru-buru menyetop Farah.

“enggakkkkk!!!!!”. Bukkkk sebuah tendangan mendarat lagi di tulang kering Ari.

Farah berlari diikuti kedua temannya di sepanjang plaza bung karno, melewati node ARL, dan menghilang di tengah bayang-bayang Berlin.

kembali Ari harus menyimpan rasa penasarannya dalam hati. Rasa penasaran untuk mengenal perempuan kecil nan imut penendang tulang kering.