Kubunuh Kau dengan Bismillah

Untukmu dan untuk semua orang yang membaca tulisan ini baik secara sadar maupun tidak sadar, perlu kuingatkan kepadamu wahai kawan tentang bahaya laten yang senantiasa mengincar keimanan kita sebagai Muslim. Untuk itu, kupersembahkan cerita pengalaman pribadiku untuk kalian semua.

Sore itu, Aku masih berkutat dengan hape kesayanganku, si Noki. Perlu kawan-kawan tahu, Noki telah menemaniku dari
masa-masa ababil kelas 2 SMA hingga sekarang. Hari itu si Noki menerima banyak sekali sms, dari teman yang sedang menggalau di Palopo sana, hingga jarkoman PPAMB yang tetap saja H-1 (anak-anak gelas kopi pasti ngerti), semuanya meminta perhatian yang penuh dan balasan yang cukup singkat. Jadi, jempol kedua tangan ini bergantian untuk saling bahu membahu membalas sms yang membabi buta tersebut. Sampai tiba-tiba, muncul sms dari nomor yang tidak kukenali. dari segi bahasanya, dia termasuk orang yang baru pertama kali menghubungiku. Isinya kurang lebih meminta tolong untuk membantu masalah yang sedang ia hadapi. Heumm, agak aneh memang, tapi tetap saja kuiyakan permintaannya. Tetapi, sebelum itu kuminta ia untuk memperkenalkan diri. Saat kutahu namanya, akupun agak terkejut karena ternyata dia adalah orang yang pernah dekat denganku saat di Palopo, oh iya aku lupa dia perempuan, sebut saja ia Edelweiss (‘cuz mawar is too mainstream, thats why). Okay, singkat cerita, Edelweiss pun memulai menceritakan yang sedang ia alami, dari awal hingga akhir yang menngambil jatah 3 halaman sms. Terlihat masalahnya memang cukup kompleks untuknya, dan wajah bila ia membutuhkan bantuan. Dengan pengalaman yang kumiliki memecahkan masalah dari SMP (ehemm…bukan sombong-red) saya pun memberikan beberapa masukan dan solusi atas permasalahan yang ia miliki. dan nampaknya dia pun puas dengan solusi yang saya tawarkan. Alhamdulillah, akhirnya ada orang terbantu juga hari ini, diriku membatin. AKu kira, hari itu adalah hari terakhir aku menerima sms darinya. Namun aku salah. Sms darinya rutin mengapeli si Noki setiap hari. Isi Smsnya pun beragam, dari sedang apa dan dimana (eh, jadi mirip lagu), sudah makan belum, sudah shalat belum, sudah belajar belum, sudah tidur belum, dan sebagainya. Bodohnya, waktu itu akupun meladeni sms darinya. terkadang kami pun saling berbalas sms hingga larut malam, hingga tanpa disadari pembicaraan yang awalnya santai dan ringan, berangsur-angsung jadi ajang curcok dan pembicaraan yang sudah menjurus hal “itu”, hingga menyentuh hal-hal yang menurut saya privasi. Dia mulai bertanya apakah saya saat itu memiliki pacar, berapa jumlah orang yang pernah saya pacari, bagaimana kriteria cewek idaman saya, dan lain sebagainya. Saya mulai merasa tidak enak dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya terlalu sensitif seperti itu. Apalagi saat itu saya benar-benar tidak ingin lagi mengulangi kesalahan yang sama waktu SMA kemarin. Aku pun mencari alasan untuk menyudahi smsan kami malam itu saat dia menyatakan pertanyaan yang menurut saya sudah tidak pantas ditanyakan oleh seorang perempuan kepada laki-laki. dan Alhamdulillah saya selamat malam ini.

Keesokan harinya, ternyata Edelweiss masih mengirimkan smsnya kepadaku. Hatiku makin risau membaca sms yang ia kirimkan saat itu. Smsnya saat itu sudah dapat dikategorkan “mengerikan” untuk ukuran kepantasan seorang perempuan untuk berkata-kata kepada laki-laki. Kukonsultasikan segera sms-sms itu ke “penasihat” pribadiku. Benar saja, Beliau berpikiran yang sama denganku. Beliau mengkonsultasikan untuk segera “membunuh” rangkaian sms itu dengan sikap yang tegas. dalam hati ini tidak tega dengan apa yang dikonsultasikan oleh sang Penasihat. Namun, hatiku tidak boleh berbohong, Aku harus segera “membunuh” rangkaian sms itu untuk “membunuh” perasaanya. Aku harus mengakhiri apa yang telah kumulai. Aku tidak ingin terjebak dalam situasi dan kondisi yang sama seperti waktu yang lalu. kondisi dan situasi yang memaksaku harus menjalani masa-masa yang “aneh”.

Siang berganti malam, jam tanganku menunjukkan waktu 20.30, seharusnya ia sudah mengirimkan sms kepadaku (sedikit pede). Yak, beberapa waktu kemudian si Noki berdering. dan kembali lagi Ia menyatakan pertanyaan yang sama. hati ini sedikit gentar, namun teringat pengalaman “aneh” saat lalu, Aku pun memberanikan diri.

“Edelweiss, temanku yang baik hatinya. Sungguh baik dirimu menyatakan kata-kata indah itu kepadaku. Sungguh Aku tidak berbohong kepada diriku sendiri ataupun kepadamu, bahwa Aku merasa tersanjung dibuatnya. Sempat Hati ini berusaha menolaknya, namun agaknya Kata-katamu itu sungguh membuatku terbuai. Terima kasih sebelumnya kukatakan kepadamu. Namun Edelweiss, adalah salah jika kau mengatakan hal itu kepadaku sekarang. Belumlah pantas engkau mengatakan itu sekarang, bahkan, tidaklah pantas seorang perempuan mengatakan itu kepada laki-laki. Engkau bukanlah mahramku. Belumlah halal bagimu untuk memikirkanku sebagaimana engkau mengharapkanku untuk memikirkanmu. Ketahuilah wahai saudariku, hal yang sedemikian itu adalah zina. Zina yang menurutku sangat berbahaya bagi kita berdua. Zina hati. Untuk itu, ada baiknya jika kamu tidak lagi berkomunikasi dengan bahasa dan kata-kata yang seperti itu, sungguh kata-kata itu hanyalah cocok kepada pendamping hidupmu kelak. mohon maaf sebelumnya, kuharap hal ini tidak mengubah persabahatan kita.”

Tolong Hibur Kami dengan Benar

Menyoal fenomena dunia komedi yang menjamur di mayoritas stasiun televisi Indonesia (termasuk yang di Bogor), ada sisi yang ingin saya bahas pada artikel ini. Ternyata komedi-komedi yang menjamur di tivi tergolong keras, cadas, dan terlalu lepas. Lihat saja kalo nonton komedi-komedi yang ada di tv, kalo gak didorong jatuh ke kardus/styrofoam, ya dibedakin, disembur air dari mulut, atau nggak ditoyor-toyor….ckckck naudzubillah…dan parahnya lagi, mereka nggak sadar kalau mereka ntu secara tidak langsung menjadi role model pemirsa yang ada di seantero jagat. mungkin ane terkesan terlalu mengambil serius masalah ini, tapi efeknya itu loh coy… nyadar gak apa yang kita tonton ntu berimplikasi ama tindakan dan perkataan kita sehari-hari? kita aja nih yee yang udah gede (katanye) sering meniru gaya bicara ataupun tingkah laku komedian-komedian yang ada di tivi apalagi ama anak2 kecil noh yang belum tau apa2?.
Nah, sebenarnya ada lagi nih jenis komedi yang parah banget. Komedi ni biasanya agak lebih ber’martabat’ karena dimainkan di gedung yang sangat megah yang ada di senayan sonoh. para “komedian”nya berasal dari kalangan elit dan kaya raya yang kata-katanya berkutat masalah “kepentingan rakyat, kepentingan ummat, kepentingan negara, kepentingan bangsa, kepentingan Indonesia” tetapi ujung-ujungnya ternyata adalah untuk kepentingan DOMPET semata. jadi, tak salah kalau skenario yang dimainkan ntu “lucu” atau dipaksakan “lucu” agar terlihat oleh orang banyak. sering kita melihat kalau para “komedian” itu lagi beraksi, ada banyak banyolan khas yang sering digunakan, dari perang mulutlah, saling mengancamlah, interupsi lah, atau yang sok walk out…haduuuh… capek tau liat aksi-aksi gak jelas kayak gitu. Seakan rakyat Indonesia dapat dengan mudah tertipu dengan aksi dan banyolan mereka yang sudah basi itu. Anehnya lagi, kalo lagi pada didepan media nih, mereka ntu sok gak “lucu” sok menampilkan kewibawaanya, tapi bro, let mi tel yu wan ting, kita teh udah pada tau siapa anda semua, so, gak udah bersandiwara bro. kita tau kok kalau kalian ntu mayoritas gak ada yang bisa dipercaya. so, gak udah bermuka dua dihadapan kami, kalo mau bermuka dua, at least buatlah salah satunya enak dilihat, tapi bro, kedua muka kalian itu gak ada yang bener. semuanya hanya bisa menjadi contoh yang buruk bagi generasi kami dan selanjutnya saat ini.
Dosen ane pernah berkata, “perbaikilah diri sendiri, jangan suka menyalahkan orang yang ada di atas”. ane gak sepenuhnya setuju. plis, bapak emang ngomong kayak gitu karena kehidupan bapak yang (mungkin) enak dan lurus-lurus saja. berbeda dengan kami yang harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu, berbeda dengan para pengamen yang harus meregangkan pita suara mereka, berbeda dengan para pemulung yang harus menguatkan punggung mereka. Bapak belum pernah merasakan penderitaan mereka. so plis, kat al de krap, dan lihatlah realita yang ada.
Untuk itu, buat para “komedian” yang sering berkutat dengan pencitraan dan peliputan di manapun anda berada dan apapun yang kalian lakukan:

TOLONG HIBURLAH KAMI DENGAN BENAR!

Mungkin Salah

tantangan, coba bikin puisi yang akhirannya A I U E dan O

Mungkin salah
jika Aku memikirkanmu malam ini tanpa sengaja
Mungkin salah
jika Aku terkadang membayangkanmu dalam asa
Mungkin salah
jika Aku sering melirikmu setiap engkau tertawa
Mungkin salah
jika Aku mencari alasan untuk bertemu berdua

satu hal yang pasti,
ini bukan kehendak diri
hanya insan yang ingin berserah diri
namun hati tidak dapat berbohong lagi

mengenai dirimu yang bermakna bagiku
mengenai tawamu yang menghiasi hariku
mengenai candamu yang mengubah sedihku
mengenai semua tentangmu

adduuhh….habis inspirasi nih..
eh pas nyampe huruf E kagak ada ide…eetsss bentar nemu…

karena tanpamu akal ini tak beride
layaknya manekin dalam etalase
mati diam dalam pose
dan menjadi lawakan makhluk berkumis lele

mungkin aku bukan makhluk berbaju koko
yang setia berdakwah di pendopo
ataupun seorang romeo
yang dapat dengan tenang menyapamu halo

namun ketahuilah,
dalam raga ini,
ada rasa yang terbendung
untukmu dari hati yang tulus ikhlas
memperhatikanmu dari jauh,,,,

yeesss berhasillll hahhaa akhirnya jadi juga tulisan yang akhirannya A I U E O, meskpun agak gaje yang penting selesai… :P

Semangat Menang!

Semangat menang!!! hari ini teh kudu semangat….walaupun badan demam, batuk berkesinambungan, kepala pusing dan hidung meler, ujiannya kagak bisa ditunde….show must go on dude!! so, kagak ada excuse untuk tidak belajar dan alasan untuk tidak belajar untuk menghadapi ujian.

kali ini ane mau membahas yang namanya excuse,,,,semenjak dalam kehidupan kita nih, apalagi mahasiswa, tanpa disadari kita masuk ke lingkaran situasi yang selalu mengharapkan pengasihan dari orang lain, alias excuse! entah itu minta kumpulin tugas lewat dari deadline, telat ke kelas gara-gara macet, sampai gak ngerjain tugas organisasi gara-gara sibuk dengan tugas kuliah. ckckckc plis dong boy…yang namanya kuliahnya emang sibuk bro…kalo gak kuliah yah gak sibuk…terus kalo tau udah sibuk, ngapain masuk organisasi coba??? -____-!

wat aim traiying tu sei is, kalo emang gak bisa ke handel mending liatin deh alokasi waktu mana yang bisa dikurangin untuk mengerjakan agenda-agenda ntu semua. mungkin waktu yang tidur yang dikurangin, dari yang tidurnya jam 10 bisa dimundurin jam 12 (heeeuuu) atau waktu OL nya yang dikurangin, atau waktu nontonnya di press jadi sejam doank. nah ini tuh berimplikasi ama olt seying yang mengatakan “tek de ekstra mail” alias mengambil ekstra mile. kalo ane membahasakan ini, intinya teh bekerja lebih keras dibandingkan orang lain. disaat orang tidur, mungkin ente bisa ngerjain PR atau belajar, disaat orang lagi pada nonton bola, ente ngerjain tuh tugas organisasi dll. intinya mah kita bekerja lebih keras dari orang-orang biasa kerjakan. orang-orang biasa?? iya dunks, masa mau jadi manusia biasa-biasa ajah? masa ntar meninggalkan dunia “hanya” dikenang menjadi manusia yang biasa-biasa ajah? plis deh, udah terlalu banyak manusia yang biasa-biasa aja, so, jadilah luar biasa bidahysat! sebab, Allah SWT tidak akan menciptakan kita untuk menjadi orang yang biasa, seenggaknya di dunia ini, ada orang yang menganggap kita dunianya sehingga dapat mencontoh kebiasaan baik yang kita punyai, ya nggak? ane ngomong kayak gini karena emang pernah ngalamin loh. ngalamin saat-saat dimana terbersit keingininan untuk jadi orang yang biasa-biasa saja. kagak tau tuh setan apa yang merasuki si otak hingga berpikiran sebodoh ntu. emang udah berapa kontribusi yang kita berikan hingga memutuskan untuk menjadi orang yang biasa? sebab orang yang berpikiran untuk jadi orang “biasa” ntu orang yang diibaratkan “pensiun” dini dari dunia ini (bukan berarti meninggal lo) sehingga nggak pas bagi generasi muda macam kita untuk berpikiran untuk “pensiun” alias menjadi “biasa”. ingat loh jalan kita masih panjang (insya Allah), masih banyak dinamika kehidupan yang perlu kita pelajari, masih banyak orang yang membutuhkan kontribusi kita, dan masih banyak ilmu yang belum kita dapat…untuk karena itu jangan menyerah dengan nasib, jangan menyerah dengan hidup, sebab ALlah Swt tidak akan menguji kita diluar batas kemampuan kita. jika ente merasa down terus aja ingat Innallaha ma ana….Allah sayang denganku…niscaya dirimu akan semangat kembali… okeh…

Semangat Menang kawan!

hanya sebuah postingan

sehari sebelum UTS ane lagi kena cobaan nih. Tiba-tiba badan demam, ingus meler, bersin-bersin, and batuk berdahak tak berkesudahan (beuuhh). kayaknya emang UTS kali ini harus pinter-pinter buat belajar dehh. tapi tak apa lah, artinya Allah SWT masih sayang ama ane. heeuu…

okeh, kali ini kagak tau mau mosting apaan, tapi intinya mah pengen mosting ajah, soalnya udah hampir 2 bulan nih blog kagak keurus.

eh iya, beberapa bulan ini sungguh luar biasa boy…banyak kisah yang mesti ane share buat teman-teman sekalian. Dari petualangan ke depok untuk ngurusin si verden (dan kesesat, thanks to si gaje), ampe ngeteng ke lampung! dari pengalaman menakjubkan saat mengunjungi masjid Kubah emas di Depok hingga momen ‘mengesankan’ di rumah walikota bandar lampung (yang puas difudulin ama si wida ma tika saat sampai di bogor) :P pokoknya mah di jamin seru. tapi, untuk sekarang mah belum bisa di posting di sini, ntar yee sabar. yang postingan ini mah masih pemanasan sebelum UTS, jadi sifatnya masih pengumpulan mood menulis dulu…

eh iya lupa sekedar berbagi nih, UTS di Ipebe ntu dari tanggal 3 ampe tanggal 13 April untuk anak AGH, soo, mungkin paling cepat tanggal 13 april malam baru nih blog ke update heuuu…eh satu lagi, OR SR asrama TPB IPB akan diadakan akhir April ini, doakan yeee moga-moga bisa keterima dan ditempatkan di asrama tercinta saat TPB, C4-Sylva Aamiin…

eh iya baru-baru ada kata-kata penyemangat dari windri yang dia kutip dari Jendral Thariq Bin Ziyad, katanya begini:

jangan ragu, bakar kapalmu! Hanya ada satu pilihan: kedepan, maju, dan terus maju. tak ada kata mundur! kita harus Menang

huwaaaa thankks windri….

Ini Bukan Tentangmu atau Dirinya…

Setelah lama tidak menulis tulisan galau bin gaje….
akhirnya dapat juga feelnya tuk nulis kayak gini..
okeh…
pemberitahuan:

“tulisan berikut dapat menyebabkan anda:
mengernyitkan kening (anda gak ngerti)
menaikkan alis (anda kaget)
menitikkan air mata (anda lebay)
hahaha peace!”

kuawali hari ini dengan bertengkar dengan mata dan otakku. Aku dan Hatiku berupaya untuk memaksa mereka tuk bangun. namun, agaknya mimpi semalam enggan membuat mereka terbangun. mereka masih terbuai dengan indahnya euforia mimpi semalam.
Sebenarnya hati dan diri ini tak ingin membahas mimpi semalam, namun apa daya pikiran mengambil alih hati dan diri ini. Semalam aku bermimpi, bermimpi tentang dirinya (apa sih, afwan Penulis lagi gaje)

Mimpi semalam menjadi kontroversi antara aku, hatiku, dan pikiranku pagi ini. Aku dengan frontal menolak untuk tidak membahas lagi mimpi itu, apa lagi untuk mengingatnya. sebaliknya, pikiranku bersikeras tuk mengingatnya, dia ingin mengenangnya. Aku maklum, sangat jarang dia dapat mengingat mimpi dengannya seperti waktu semalam. Tapi, setengah dari hati ini menolak kemaklumanku ini. Masih terngiang kata-kata Murobbi-ku tentang mimpi, tentang bagaimana mimpi dapat menyesatkan manusia dan bagaimana mimpi dapat menipu diri sendiri. Ah, lagi-lagi buah simalakama mendarat ke pangkuanku. Akankah Aku membiarkan diriku terbuai mimpi semalam? ataukah aku tetap dengan pendirianku tuk melupakan mimpi semalam?

Setengah hati ini mulai nakal kepadaku. Dia bisikkan kata-kata indah membuai, merayu, menyemarakkan hasrat diri ini untuk mengiyakan dan membiarkan tindakan dari pikiran ini. Namun, syukur ataukah harus ku sebut keberuntungan? setengah hati yang lain menyadarkanku.

“usah kau ingat cinta semu itu
ingatlah ada Dia yang selalu mencintaimu
cintailah Dia maka Dia akan mencintaimu

Dia tidak berharap untuk kau cintai tanpa menghiraukan duniamu
Dia hanya ingin engkau mencintai seseorang karena Dia
bukan karena Nafsu, bukan karena apapun

untuk itu, cintailah seseorang, tapi jangan melebihi Cintamu kepada-NYA
sesungguhnya hanya Dia yang bisa memberikan Cinta yang hakiki
cinta yang dapat menyelamatkanmu hingga akhir masa
cinta murni terbalutkan kasih yang suci”

Fragmented Thoughts

#1:
“Mas, sibuk tidak?”
Aku menggelengkan kepala.
“Bisa, ikut saya? Saya mau Kolokium, pesertanya kurang satu. Saya butuh minimal sepuluh orang yang menghadiri kolokium saya. Kalau tidak, saya terancam tidak bisa kolokium, mas!”.
Kata-kata itu masih terngiang sampai sekarang, di dalam ruang seminar AGB yang dihadiri persis sepuluh orang. Nampak kakak itu tersenyum lega karena akhirnya bisa menghadirkan sepuluh orang dalam kolokiumnya. Namun demikian, Ketegangan di wajahnya masih terlihat jelas. Matanya memerah mungkin sehabis mengerjakan presentasi. Wajah memucat mungkin gabungan ketegangan yang memuncak dan darah yang belum bersirkulasi sempurna akibat begadang semalaman. Mungkin. Alhasil, presentasi pun berjalan tak sempurna. Kakak itu diserang habis-habisan oleh para penanya. Dipojokkan oleh dosen penguji dan bahkan dosen pembimbing sendiri. Kakak itu pun gelagapan menghadapi semua itu. Terlebih lagi saat dosen pembimbingnya mengatakan bahwa ia harus mengurangi kolokiumnya. Parah. Ini baru kolokium, baru penyampaikan proposal penelitian! Ya Allah Ya Rabb, semoga peristiwa ini dapat meluruskan tujuanku datang ke tempat ini.

#2
“Payuuunnggg! Servis Payunnngg!”
Sontak Aku berlari ke kamar, mengambil payung biru kesayanganku, dan memanggil abang tukang servis payung itu. Baru pertama kali Aku memperbaiki payung. Mengapa? karena ini Bogor, kota dengan hujan yang ganas dan luar bidahsyat! Anda harus mempunyai payung yang benar-benar kuat agar dapat dipergunakan secara jangka panjang, bukan payung sembarangan yang dibeli seharga lima belas ribuan di pinggir jalan. Aku memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh abang tukang servis payung itu. Dia mulai memeriksa bagian payung yang rusak, kemudian setelah menemukan yang rusak, dia pun mulai membuka kain parasut yang terpasang di kerangka payung tersebut, kemudian secara perlahan dan pasti, dia membuka bagian bagian payung yang rusak, dan mengganti bagian tersebut dengan bagian yang baru. kemudian dia mengambil payung selanjutnya, dia amati bagian apa yang rusak, kemudian dia membuka kain parasut yang terpasang di kerangka payung itu dan memasangnya di kerangka yang baru. Itu membuat pikiranku tersentak, mungkin tidak kalau pemerintahan diandaikan sebagai payung? Artinya kita singkap selubung parasut yang terpasang di pemerintahan kita, kemudian kita teliti permasalahan yang terjadi di pemerintahan tersebut, kemudian kita ganti secara keseluruhan bagian yang rusak tanpa ragu. Atau kita andaikan sebagai payung yang nomor dua tadi, setelah kita menyingkap tabir kebenaran yang ada di pemerintahan, apabila memang sangat rusak dan tidak bisa diganti per bagian, maka kita menyingkirkan pemerintah yang ada dan menggantinya dengan pemerintahan yang lebih baru, muda, kuat dan pastinya kokoh. Mungkinkah? wakaranai ^^

PR Angka 11???

uke…di tengah kesemrawutan jadwal dan kepeningan yang diakibatkan oleh mata kuliah AGH yang beribet, kenapa mesti ane bikin artikel ini ya? hhmmm ada beberapa alasan:
1. kurang kerjaan (boong, padahal banyak, cuman males)
2. karena di jadiin PR ma kadri, dan kadri itu serem, katanya hafal mantra heri poter, meskipun ane gak mau kerjain , pasti bakalan di mantrain ma si kadri buat bikin nih artikel. nama mantranya,,,,kalo nggak salaah…heheh lupa…(bodo amat)
3. karena artikelnya menarik jadi yah, gak papa lah…
4. karena udah lama nggak nulis, jadi untuk menaikkan mood nulis , mending nulis, heeh?? gaje ya?? biariin…blog ane juga ini, :P

uke…tugasnya ntu bikin sebelas fakta tentang diri sendiri…uke lah…ini dia
1. dulunya saya kurus. *saya kelewat chubby (ingat ya chubby, bukan gendut) mungkin karena karma ngejekin temen yang ndut, kemudian ‘balas dendam’ yang berlebihan terhadap nasi dan masakan ibu pas bulan puasa sehabis dari Orange, MA. pesan: balas dendam itu gak baik, apalagi pas bulan puasa. bisa gendut, eh salah ding, chubby.
2. selama di asrama, sendal saya hilang 2 kali (dan masih mencari siapa yang ngilangin, wahai warga C4, kembalikan sandalku!!! T_T)
3. saya mau jadi SR di asrama C4-sylva
4. Saya suka memperhatikan tingkah laku orang lain
5. pernah dua kali makan musuhnya syaun de syip di US, dan bener-bener gak sengaja (summpahhh deh ane zuzur, gak sengaja)
6. suka ngeliatin si ceribel joget2 gak jelas kalo lagi nyanyi
7. suka jahil, serius, kalo jahil kadang bikin orang yang dijahilin ngambek
8. saya suka makan Tahu, tempe, Telur, dan terong (4t hehhehe)
9. pernah rela tidak berhape 2 minggu demi menunggu hape 6300 yang dikirim dari palopo
10. pernah jadi sekretaris umum pas Sma meskipun tulisan jelek
11. i am manchunian!!! yeah glory glory man united

selanjutnya pertanyaan dari kadri huaaa….bentar ya ane kopas dulu…
1. Ayah dan Ibumu jadian pas umur berapa?
: ukeh, ane kagak tau, soalnya ane belum lahr tapi satu hal yang pasti, mereka putus saat menikah, dan jadian lagi setelah menikah,,,
2. Kamu pernah punya pacar berapa kali?
: kadri, seriously??? ukee…berapa yaa??? 4 kalo nggak salah…heheh jaman jahiliyah banget dah
3. Kalau belum pernah punya pacar, pernah ada teman lawan jenis yang terasa ‘menarik’ tidak? :mgreen:
: yeessss,,,udah pernah, jadi pertanyaan ini gak mesti dijawabkan?? ahaha
4. Apa kontribusi nyata yang bisa kamu lakukan untuk bangsa dan negara Indonesia ini dalam lima belas menit kedepan?
: pastinya dengan nggak korupsi, kan katanya kalo gak bsa mengobati, yang penting mencegah,,,heeheheh
5. Menurutmu, Nazarudin sebaiknya dipenjara atau tidak?
: menurut ane, nazaruddin mending dimiskinkan terus di penjara selama 50 tahun….hehheehe
6. Kamu senangnya pakai tas punggung atau tas sampir bahu?
: tergantung sikon dan mood, tapi kalo ke kampus pas mau kuliah pastinya tas punggung lah
7. Kalau bisa milih, kamu mau milih mana: motor atau mobil, terus alasannya apa?
: milih mobil yang bisa jadi motor, bisa gak??? kalo gak bisa ane bikin dah….soalnya bogor cepet macet..hehhe kalo perlu mobilnya jadi helikopter
8. Kalau kamu mendapat kejutan menang lotre satu milyar dolar, mau kamu apakan uangnya?
: zakat mal dulu, terus bantu orang tua, terus ngebangun asrama C4-Sylva, terus buat industri pertanian terpadu…kemudian disimpen buat mahar nikah…hehehehe
9. Artis Barat favorit kamu dan alasannya dong?
: gak ada, heheheh bisa artis dari jepang gak?? ane sukanya YUI sih, tapi dulu sempat suka sama si ntu tuh, si siape yee??? ntu loh yang maen di heroes, hayden panettiere, soalnya pas maen di heroes dia gak bisa mati,,ehehe
10. Menurut kamu, apa ciri utama sebuah blog yang bagus?
: blog yang bagus teh blog yang ditulis dengan tulus gak maksa,,heheh n gak sara menurut ane ya,,,,

11. Terakhir, ada tema-tema mengenai film 2012 nih ya … Agak mengkhayal dikit. Jika suatu hari nanti kamu terbangun, dan menyaksikan sebuah siluet planet raksasa terbit di ufuk Barat, sangat dekat dengan bumimu ini, apa yang akan kamu lakukan? #purefantasy
: tidur lagi, kali aja mimpi doank,,,kalo ternyata bener, minta izin nikah bentar, terus ceritanya meninggalnya bareng-bareng (plaakkkkk sumpah ini ane ngawur)…hemmm kurang memuaskan yee jawabannya…uke dah, gini dah, ane nyalahin lepi, terus mosting dosa2 ane ama orang terus ditag satu2 ,,,minta maap, terus beli tiket pesawat pulang, terus minta maap ama ortu ma sodara2…terus mandangin siluet planet raksasa ntu, kan cuman siluet kan ya??? hehehehe

Menunggumu Itu…

Menunggu itu bagiku adalah hal yang biasa.
namun, menunggu kali ini benar-benar menyesakkan.

Malam ini, di batang pohon, aku ditemani empat orang “gak jelas”
duduk bersama menunggunya yang tidak kunjung datang. \
seharusnya, dia sudah datang menyapaku kemarin.
namun, entah mengapa, dia tak kunjung datang.
adakah dia sedang digodok oleh medusa?
ataukah dia serang sekumpulan kuda troya di jalan?

dalam duduk diamku di meja persegi ini
diantara mereka yang sedang berdiskusi hebat itu
aku sendiri
diam, menunggu dan tetap menunggu

wahai ukiran indah di sayap putih
kapankah engkau datang?
tak tahukah kalau
menunggumu itu….menyebalkan

wahai REVISI PENGEMAS!!!?????

Ketika 3 Lurah “Kecil” Ngebolang

Salam Gelas Kopi….

Sudah lama rasanya ingin mosting lagi artikel tentang gelas kopi, kangen banget dah mau ngumpul bareng ama orang-orang gaje bin abnormal itu. Alhamdulillah, tanggal 29 Desember, keinginan saya tercapai, walaupun hanya bertiga, tapi yah yang penting bisa ngumpul dengan makhluk gaje dari gelas kopi, hehehe.

Baik, dalam perjalanan saya kali ini, Saya ditemani dengan dua orang Lurah “Kecil”, mereka adalah : si Mila sang lurah Rusunawa alias A4 47 jadi ingat jargonnya dulu tuh, A4 “Bersatu, kuat, BERSINAARRR!” hahhaha sambil pake gaya lucu waktu itu…heheheh uke, satu lagi ane ditemenin sama Si Suwar, lurah A2 47, paling pas deh dulu karakternya ma jargon gedungnya, “A2 di Angkasa….Anggun dan Perkasa” hahahah perempuan kecil ini sekilas nyeremin tapi kalo udah deket anaknya lucu juga…heheheh sebenernya si hepi lurah A1 47 udah di ajak, tapi yah, katanya mau belajar, yawdah lah yah..jadinya kami bertiga saja yang berangkat…uke sebelumnya izinkan aku memperlihatkan ke 3 lurah kecil itu….

ini dia…

3 lurah kecil

untuk sekedar info…ane yang di tengah….sumpah ane bukan yang di kiri yang lagi pake jaket item (jaket gelas kopi) karena dia adalah Suwarti, “dalang” yang mengajak kami untuk bersuka ria sebelum UAS, …
saya juga bukan perempuan kecil berjilbab hijau yang ada di sebelah kanan, dia adalah mila, sahabat gelas kopi yang rela menunggu di stasiun, padahal dia baruu saja sampai di Bogor dari Bandung….

ukee…mungkin teman-teman bertanya, apa sih yang membuat kami nekat pergi ke jakarta?
aku beri tahu ya…
itu karena seseorang yang bernama, Taufik Ismail…
yakk,,,hari itu, Bapak Taufik Ismail akan mengisi sesi talkshow mengenai puisi…
sebenarnya masih ada bintang tamu seperti mas boim lebon sang penulis kocak dan mas tasaro, penulis Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan, tapi, tujuan ku sebenarnya hanya ingin melihat dan mendengar materi serta puisi dari bapak Taufik Ismail..
sedikit tentang bapak Taufik Ismail,,,
kenapa beliau sangat aku idolakan? karena beliau adalah angkatan pertama anak AFS…jadi senior ane gitu..heheheh anak angkatan 51 dan beliau angkatan 1…beuh…50 tahun bedanya yaK????? tapi selain itu, pertama kali dengar puisinya beliau tuh,,bener2 ngena tau..
makanya, pas diajakin mau ke jakarta buat ketemu pak Taufik Ismail, ane sih hayo hayo ajah (selain karena acaranya gratis) .hehheheeh….

baik, jadilah kami bertiga, tiga lurah kecil, sahabat gelas kopi, tiga makhluk unyu, imut, dan lucu bertualang ke jakarta, naek kereta, berdesak-desakan , tergencet-gencet, gak bisa napas, ampir pingsan, untung ajah udah sampai….kami gak jadi meninggal kehabisan napas…Alhamdulillah yah….siswanto… hehehehe

singkat cerita…
kami pun sampai di kampus orang-orang berjaket kuning….
beda ma IPB boy,,,
dari segi lingkungan dan orang-orangnya…hmmm
tapi ah…bodo amat..
yang penting bisa ketemu ma Pak Taufik Ismail hehehe

so…sesi pertama udah selesai, boim lebon sukses mengocok perut saya, dan mas tasaro berhasil memberikan saya pelajaran berharga….akhirnya…
the main event segera tiba…
Pak Taufik Ismail masuk dengan tenang, kemudian membacakan puisi pertamanya….
perbincangan selama kurang lebih 2 jam itu mengalir hebat…
tandemnya adalah seorang dosen dari FIB universitas itu,,,saling bercerita tentang puisi dan saling berbalas karya…
pak dosen dengan pantunnya yang mengritik pemerintah..
dibalas dengan puisi pak Taufik yang menyuguhkan realita indonesia..
dari korupsi hingga cut tari…sangat menarik…
sayang, adzan maghrib mengakhiri talkshow itu..

aku pun beranjak dari aula tempat talkshow itu menuju masjid FIB yang kelihatannya masih bergumul dengan isu Toleransi tentang adzan pada waktu kuliah…
selesai salat, aku menunggu 2 bocah itu,,,tiba-tiba pandanganku teralihakn oleh sosok pak Taufik Ismail yang baru akan salat maghrib,,,
kuputuskan untuk menunggu beliau sambil menggenggam kamera digital yang kubawa dari rumah…deg-degan..
2 bocah itu pun datang, kuceritakan perihal pak Taufik kepada mereka,,,dan yak,,,mereka setuju untuk menunggu pak Taufik bersamaku…menunggu beliau untuk kami “paksa” untuk berfoto bersama….heheheh

tak lama, beliau pun keluar dari masjid, memakai sepatunya, dan berjalan ditemani dengan LO dari Panitia….ku dekati beliau dengan langkah agak gentar, berbasa-basi tentang kami yang jauh-jauh datang dari bogor untuk mengikuti acara ini, dan…
“Pak, boleh minta foto gak?”///
beliau tersenyum, mengangguk…
Alhamdulillah……dalam hati bersorak kencang, namun wajah nampak sok cool tak ingin hilang wibawa….
3 kali kami dipotret dengan bapak itu..

kami mengucap terima kasih kepada bapak Taufik dan pulang dengan senang…
di kereta, walaupun tergencet, tapi tetep pengalaman di Jakarta,beserta foto dan pak Taufik memberi pengalaman berharga bagi kami semua…

ini foto kami, heheheh