Makassar Sore Ini

kelabu awan menghiasi kota Makassar sore ini
menunggu butir hujan turun bersama

Makassar sore ini mendadak mendingin
Menyebarkan kabut putih samar-samar
Menyembunyikan sang surya dibalik awan
menghempaskan angin dibalik layar

Makassar sore ini seperti bogor sore itu
ketika senja tak secerah biasa
saat hujan menyerbu
saat aku sadar engkau sudah tiada

Makassar sore ini membuatku teringat
bahwa setengah tahun sudah terlewat
meniti ikrar bersama
ikrar yang kita langgar berdua

Bogor sore itu, makassar sore ini
hatiku saat itu, tidak seperti saat ini
dulu begitu penuh, sekarang sudah tak terisi
tapi sekarang sembuh dan semakin gigih

Makassar sore ini mengingatkanku
untuk melupakan bogor sore itu
menghapus risau yang membelenggu
menggoreskan tinta hidup yang baru

hujan di Makassar sore ini
tak seperti hujan di bogor sore itu
dulu pilu menyayat hati
sekarang hilang tanpa ragu

Welcome to the Reality

Mataku terbuka karena 2 hape sedang membunyikan alarmnya. Terlihat sudah jam menunjukkan angka 04.40. Dengan malas ane meraih kedua hape, mematikan alarmnya, kembali terlelap. Malas memang. Awal subuh pun terlewat. Dasar manusia. beberapa saat berselang, kedua hape itu berbunyi lagi. Memaksa ane bangun, berjalan dengan gontai ke kamar mandi, mengambil air wudhu, kemudian sholat. kulirik jam di hape. 05.50. Great, terlambat subuh. Padahal masjid sangat dekat dari rumah. Bahkan suster ngesot pun bisa sampai tanpa keringat ke masjid itu, saking dekatnya. Dasar manusia.

Kulipat sarung hitam dan sajadah tipis di kamarku. Kubuka pintu belakang, meraih handuk dan celana pendek yang ada di jemuran, kemudian berjalan lunglai menuju ke kamar mandi lagi. Saatnya mandi. Dengan mata yang setengah terbuka ane mandi dengan malasnya. Yang penting wangi. Bersih mah nomor 2, wangi nomor 1. kukeringkan badan dengan cepat, memakai celana pendekku, kemudian berjalan menuju ke kamarku.

laptop, hape, dompet, kumasukkan ke tas ijo tua pemberian bapak. Karena, tas yang dulu ane pakai saat kuliah sudah uzur. lebih kecil memang, tapi yang penting laptop masih bisa masuk. kupakai celana bahan item yang telah dipotong karena kepanjangan, kupakai baju kaos, dan sweater hitam MU yang kujarah dari kakak pertamaku, tak lupa kumasukkan kemeja biru garis garis pemberian adek lorongku.

Seperti biasa, belum ada aktivitas dalam rumah. Kakakku dan istrinya belum memulai aktivitas paginya. Adik Iparku yang tinggal di lantai 2 juga belum bangun. Yup, hari ini sarapan kayaknya beli nasi kuning langgananku lagi. Sebab, Herbali*e shake ane juga udah habis. Lanjut. Ane buka pintu, berjalan dengan berjinjit di sela antara mobil merah marun kakakku dengan pagar rumah. Nasib orang berperut buncit. kubuka pintu pagar, kukeluarkan motor Re*o hitam-ku setelah memindahkan motor baru berwarna putih milik kakakku. ipho*e classic berisikan lagu nasyid, jepang, barat, dan korea. Ya korea, bukan berarti aku k-popers, cuman setiap lagu yang muncul di acara Running Man, ane download.

Kupacu motor Re*o-ku belok kanan keluar dari lorong. Belok kanan ke arah jalur dua pendek, belok kanan lagi memasuki lorong kecil sebelum akhir belok kiri menuju arah jalan Hertasning Baru. Padat. Hari senin, jam 7-ish. Sembari mendengarkan suara merdu teteh YUI di headset hitam hasil beli dari bara, ane memacu motor dengan santai, meliuk-liuk di antara mobil, motor, dan bentor. Tak berapa lama, spanduk nasi kuning di mobil terlihat, ane memelankan di re*o sebelum akhirnya berhenti tepat di depan sang penjual, di samping motor matic yang terparkir sembarangan. nasi kuning telor dengan sambal yang bejibun adalah sarapan yang sang ibu penjual sudah hapal. Kupakai lagi helm hitamku, setelah sebelumnya memperbaiki letak headset di telingaku. Kali ini lagu Goose house yang berdendang. kunikmati lagu itu sembari mengantri di lampu merah di depan jalan Andi Pettarani. Lampu ijo sudah menyala, kuarahkan si Re*o memotong jalan pettarani belok kanan ke arah jalur dua, berganti lajur ke sebelah kanan setelah melewati lampu merah, ane benci ngantri di lampu merah. jalan terus hingga menemukan persimpangan jalan masuk tol, Pettarani, dan Urip di bawah flyover jalan. Menunggu si lampu merah berubah jadi ijo, terus jalan. belok kanan, masuk ke jalan urip, belok kanan lagi memotong arus yang mengarah ke flover, sebelum akhirnya belok kiri di pintu gerbang masuk ke Universitas Bosowa. Mantan Universitas 45 milik yayasan Andi Sose yang telah dibeli oleh yayasan Aksa Mahmud, dan berubah nama menjadi Universitas Bosowa. Belok kiri melewati Gedung Fakultas Kedokteran yang setengah jadi, melewati Gedung Balai Sidang 45 (mungkin bakalan diubah juga namanya), kemudian parkir di belakang gedung 2, salah satu dari gedung kembar. Masuk lewat pintu belakang, menyapa beberapa satpam dan OB yang lagi nongkrong sambil membawa tentengan nasi kuning. Absen pakai finger print, terus naik ke lantai 9. Ganti baju, setelah sebelumnya wudhu buat dhuha, biar banyak rejeki (nabung buat nikah).

Yup, sudah kurang lebih dari bulan Juni rutinitas ini ane jalanin. Sebelumnya, ane masih nongkrong di lantai 1 di ruang kak arfan atau maen-maen di marketing, ruang kak ferdi (walaupun sampai sekarang masih sering maen). Realitanya adalah sekarang ane udah jadi karyawan. Kangen menjadi mahasiswa atau kangen merasakan pengalaman-pengalaman saat jadi mahasiswa. beda tipis. Kangen bogor atau kangen dengan pengalaman-pengalaman yang ada di bogor. Sekarang sudah di Makassar, pasti beda. Sekarang aku siap menjalani realita menjadi manusia mantan mahasiswa. hehehe.

Pemandangan dari tempat kerja (dijepret dari ruangan Bos, heheh)

Golongan Darah dan Sifat Dasar Manusia

Assalamu ‘alaikum…

golongan darah dan sifat dasar? ya, postingan kali ini ane akan ngebahas tentang golongan darah dan kaitannya dengan sifat dasar manusia. iya tau, mungkin ane terkesan ketinggalan jaman ngebahas ini. secara, sudah ada buku yang ngebahas hal ini secara ilmiah. Bahkan, sudah ada yang melakukan penelitian tentang kaitan antara golongan darah manusia dengan karakter sang pemilik golongan darah.

Pertama kali tahu tentang adanya topik ini teh karena waktu itu para cewek-cewek di jurusan bahkan teman-teman dekat sering banget ngomongin orang dan nebak-nebak golongan darahnya. kayak gini neh:
A: “eh si itu kok kayak gitu sikapnya? cuek beud, terus cepet banget marahnya?”
B: ” eta pan gara-gara dia golongan darah B makanya gitu?”
C: ” oh iya? emang B tah? heum, pantesan kayak gitu”
A: ” oh B toh? pantesan kalo ditegur susah banget berubahnya tuh anak”

heum kira-kira gitu dah contoh percakapannya. nah untuk orang yang cupu kayak ane, pan gak ngerti yak maksudnya apaan? bahkan pernah pas lagi jalan di sekitar kampus ada dua teman ane yang ngomong kayak gini:

teman 1:” bir, golongan darah ente apaan?”
ane :” gak tau, lupa”
teman 2:”ya elah neng, liatin aja kelakuan si bocah nih, pasti O lah. orang dia kayak gitu”
teman 1:” oh iya ding yak? heum ahahah”

terus mereka pergi, ninggalin aku yang seakan penuh tanya sedang apa di sini, menunggu pacar jawabku (eh jadi kesambung lagu om obbie messakh). nah, ketertarikan ane sama topik ini semakin kuat pas ngedengerin temen ane lagi curhat, sebut saja dia Gerland (mungkin bukan nama sebenarnya). Katanya dia teh, sebagai orang yang sering tersakiti karena orang, akhirnya secara gak langsung dia suka menganalisis karakter orang berdasarkan golongan darah. Mulai dari teman sekamar pas asrama, hingga teman sekontrakan dia. Awalnya masih agak skeptis dan percaya gak percaya dengan hal ini, tapi teh karena sudah dibuktikan dengan hasil ‘pengamatan’ si Gerland ini, ane mulai tertarik (pake banget). apa lagi ngecocokin karakter beberapa teman angkatan dengan golongan darahnya. uwooh… cukup akurat juga dibandingkan dengan horoskop. heum, jadi makin tertarik dengan topik ini. sayang euy, terlambat ketemu ama teori golongan darah ini, coba dari dulu? pasti adek-adek lorong ane udah tak bagi-bagi berdasarkan golongan darah, habis itu ane integrasikan dengan karakter awal yang kayak melankolis, plegmatis, sanguin, dan koleris. jadi teh ntar ada matrixnya terus, ntar setiap kombinasi teh udah ada sifat dasar, kelemahan, dan kekurangan, canggih. Jadi, kalau maen ke lorong teh seenggaknya udah bisa nebak ntar dia reaksinya kayak gimana hehehe. kan keren kalau SR bisa nangenin orang banyak, bukan hanya sholeh sholeh aja yang diurusin (eh, apasih?).
tapi udahlah, katanya orang teh, gak ada kata terlambat buat belajar. so, kayaknya pengen banget belajar atau enggak memahami watak orang dari golongan darahnya. lanjut si Gerland mengatakan bahwa meskipun demikian kita gak boleh ngejudge orang duluan berdasarkan golongan darahnya. Soalnya, yang dideskripsikan oleh golongan darah itu adalah sifat dasar manusia. Dan ingat, karakter manusia pan dipengaruhi oleh lingkungan seseorang.
heum, sebenarnya teh masih banyak yang pengen ane tulis, tapi teh belum terlalu ngerti tentang topik ini kalau hanya ngedenger penjelasan teman. Kudu cari tahu dulu kali ye? hohoh buat yang tahu banyak feel free buat komen atau ngeshare, biar bisa belajar bareng-bareng.

Gambaran sederhana tentang reaksi manusia berdasarkan golongan darahnya

Gambaran sederhana tentang reaksi manusia berdasarkan golongan darahnya

Manusia Saudara Sekeluarga Seperantau

aku
dirimu
saudara
keluarga

bosan mengganggu
sedih menunggu
senang teradu
sendiri tersedu

tersedu kegelapan
berteman dingin
bersama sepi
menemani hati

matahari bersinar
menantang keluar
hati berujar,
menyuruh keluar

hangat matahari
menarik diri
menyuruh tersenyum
bukan termenung

hangat matahari
menyuruh diri
bertemu manusia
manusia saudara

saudara manusia
manusia seperantau
seperantau sekeluarga
sekeluarga seperantau

tanya tuk tawa
tawa perlu tanya
minta tawa itu
tak perlu ragu

benar sang matahari
tawa langsung diberi
ternyata tinggal tanya
tanya tentang tawa

ragu dalam hati
sedih dalam diri
hilang bersih seketika
ketika tawa terbuka

dua malam satu hari
dua hari satu hati
dua hati satu diri
dua diri satu hati

beri tawa buang ragu
buang ragu buang sedu
buang sedu buang sendiri
buang sendiri buang sepi

terima kasih manusia saudara
saudara seperantau satu keluarga
dua malam satu hari
dua teman penghibur diri

terima kasih manusia saudara
saudara seperantau satu keluarga
dua teman penghibur hari
dua malam terhibur diri

terima kasih manusia saudara
saudara seperantau satu keluarga
hanya “terima kasih” dariku
dariku “terima kasih” untukmu

semoga saudara seperantau satu keluarga
tetap satu keluarga seperantau saudara
pasti bersatu berkeluarga bersaudara selamanya
selamanya berkeluarga bersaudara tertawa bersama.

Malu-Malu tapi Pengen

Assalamu alaikum…

sebenarnya udah lama pengen nulis lagi. Isinya udah numpuk di otak ciyusan. cuman karena beberapa hal dan emang males jadinya idenya kependem di otak. hohooho. tapi untunglah sekarang memberanikan diri buat nulis lagi. sebenarnya sih alasan kenapa gak nulis-nulis itu salah satunya karena takut di-judge yang enggak enggak yang akhirnya memunculkan beribu alasan yang sebenarnya belum bisa dijustifikasi terus akhirnya membuat ide jadi rencana, dan rencana menjadi wacana. hahaha.

hmm… malu juga sih sebenarnya nulis lagi, soalnya isi tulisannya gak berbobot dan terkesan remeh temeh, gak seperti blogger-blogger yang lain, tapi teh akhirnya nyadar. eta iyeu blog pan yang punya aku yak? jadi terserah dong isinya apaan, kalau mau baca sok mangga, kalau nggak ya uwis. hohoho. tapi tetep aja kadang-kadang ngiri liat isi blog temen-temen yang berani nulis kisah pribadi, berkata-kata dengan puitis, atau beropini dengan data yang valid. hmmm,,, bikin minder euy. jadi pengen nulis lagi, tapi malu. karena malu, akhirnya idenya jadi benalu, terus dibuang, dan akhirnya hilang bersama angin lalu *tssah.

yak intinya sekarang lagi buanyaaakk banget waktu kosong, saking kosongnya gak tau mau diapain *kecuali buat ngerjain skripsi wkwkwk. tapi teh bener, kayaknya lagi diuji sama Allah dengan waktu yang lowong. sebab, kemarin teh pas jaman rookie di SR masih sempet nyuci kalau pagi, bersihin kamar, ngerjain laporan, kuliah dan praktikum jam 7, ngejahilin adek lorong, dengerein curhat ampe tengah malem, ngobrol ngalur ngidul ampe bego. sekarang teh buat bangun subuh ajah susah ckckckc naujubileh… jangan ditiru! bener teh pernah denger baca kalau ternyata manusia itu diuji dengan dua hal, waktu yang lowong dan waktu yang padet. kemaren kayaknya udah diuji dengan waktu yang padet, sekarang kayaknya diuji dengan waktu yang lowong. dan belum berhasil *sigh

oleh karena itu, ane mau nyari kesibukan ah, kemarin teh udah mulai latihan taekwondo lagi setelah beberapa bulan vakum. eh giliran udah dapat tempat latihan, yang datang minggu pertama cuman 5 alhamdulillah, tapi tragisnya minggu selanjutnya udah gak ada yang dateng. Sedih. ya sudahlah. jadi kemaren datang berapa minggu yang niatnya buat latihan, jatohnya cuman dateng buat ngobrol ama sabeum -_-…eh baru ngomongin sabeum, tiba-tiba sabeumnya nelpon barusan. hohoho,panjang umur si sabeum, sayang jodohnya belum ada. ada yang mau sama sabeum saya? hahahah apasih gak jelas

Oke, intinya teh, doain biar istiqomah nulis di sini yak. walaupun isinya gak berbobot yang penting ane bisa ngerjain sesuatu yang produktif AKA ada hasilnya. sebenarnya dari dulu pengen cerita banyak di sini, pengen ngelanjutin tulisan yang kemarin, pengen stalking blog orang, pengen share kehidupan ane ke yang baca. karena, gak ada tuh manusia diciptain buat jadi biasa-biasa ajah, sebab kalau manusia jadi biasa-biasa ajah sama aja gak ada. gak percaya? coba deh mikir, dirimu lahir setelah dikandung selama 9 bulan dan masih mau jadi manusia biasa-biasa ajah? kasian ibumu dong yang ngandung dirimu? terus setelah gede, TK, SD, SMP, SMA, kuliah terus pengennya hidup jadi manusia yang biasa-biasa ajah? hmmm bayangin ajah, manusia di indonesia (aja) rata-rata ngehabisin beras 135kg/tahun, coba deh ente inget-inget sejak kapan makan nasi? okeh kalau susah contohnya ane: umur 20-an (ahahah malu sama umur), berarti 20 tahun x 135kg/tahun = 2700 kg = 2,7 ton beras! waw, kalau tuh beras dikasih ke manusia yang gak pengen jadi manusia biasa-biasa ajah kayaknya mending deh. tapi kan beras udah jadi nasi, nasi udah jadi ee. ente udah hidup, so mulai sekarang hindarkan pikiran untuk jadi manusia yang biasa-biasa ajah! bareng-bareng yak! karena yang nulis juga ternyata pernah kepikiran untuk jadi manusia yang biasa-biasa ajah, tapi karena ‘terjebak’ dengan lingkungan dan orang-orang yang tidak biasa makanya hasrat untuk menjadi manusia biasa-biasa ajah hilang sedikit demi sedikit. hahahah yo uwis, udah dulu yak, pasti banyak yang pusing ngebacanya (kalau ada yang baca) tapi teh gak papah, it’s one step closer to not to be an ordinary man. hahah daadah….

wassalam

Tentang Lorong-Lorongku

Entah mengapa niat untuk membuat blog tentang kehidupanku di asrama gak kesampaian sampai sekarang. Pikiran akan sibuk bin rempong agaknya mempengaruhi keinginanku serta memperkuat kemalasanku untuk membuatnya. Alhasil, kuputuskan saja untuk menceritakan kehidupanku di asrama selama ini. 

 

Kamis, 29 Agustus 2013. Ane kembali dari tempat KKP. Kembali ke rumahku selama di Bogor, Asrama TPB IPB. Awalnya, hendak kulangkahkan kaki menuju kamar ku di lorong 3 C3, kamar nomor 253, namun aku sadar. Aku sadar tempatku bukan di sana lagi, ane dipindah ke C2, asrama yang stok airnya tak terbatas. hohhoo. 

Agak penasaran melihat perkembangan adek-adek lorong saya setelah ditinggal selama 2 minggu. Meng-alay kah? Meng-Gaje kah? atau…Meng-Astaghfirullah? Heum, jika diingat-ingat tahun lalu. Lorong 3 dan Lorong 4 di C3 memiliki jargon bersama yakni: D

SATU-SATUNYA YANG ISTIMEWA!

Hal itu terjadi karena mereka sering ane pertemukan dalam ngalong ataupun soga. Sekarang, ane mau liat dulu neh kondisi mereka. Cocok gak ya digabungin? Heum…my curiosity strike me hard. Baik, masih membawa hawa KKP (tanpa berganti baju dan membawa tas) saya menyusuri lorong 2. dan reaksi mereka adalah:

Kak takbir udah pulang?

 yaelah, udah tau ane dah di lorong masih nanya. yaudah ane jawab ajah

kagak, nih arwahnya kak takbir yang lagi penasaran

mereka konstan tertawa. i’m glad they’re still understand my humor. Tanpa terasa sejam lebih berada di lorong 2. ngalor ngidul sok kenal sok dekat padahal aku belum hafal nama mereka. hoohoho well, at least they’re still recognize me as their SR. *happy face

baik naek tangga dari tangga sebelah kanan C2, dan langsung belok kiri adalah wilayah lorong 7. ingat banget pas lagi turun gunung karena ngurusin KRS bukannya dapat liburan sehari, eh malah si RT Lorong 7 sakit perut. bahkan, dokter harus meng-USG dia. ya, USG kalian gak salah baca, prosedur yang umum dipakai untuk memeriksa apakah wanita sedang ‘berisi’ atau tidak. ckckck nak, nak, yang menghamili mu siapa? 

baik, di lorong 7 baru semenit, udah ada beberapa yang keluar kamar terus teriak;

kak takbirrrrrr, udah pulang, kak?

yaelah, sama wae sama yang dari lorong 2 -_-. so, karena males nyari balasan, ane nyontek ajah jawaban ane yang tadi

kagak, ini arwahnya kak takbir yang lagi penasaran

eh, lagi-lagi reaksinya sama kayak yang lorong 2, mereka malah ngakak. yo wes lah, ketawa lah tuh bocah-bocah. ckckckck dan prosedur yang sama, di lorong 7 ane menghabiskan waktu sekitar sejam untuk bercengkrama dengan mereka. dan sekali lagi, dengan gaya yang ngalur ngidul sok kenal sok dekat, ane ngobrol dan ketawa ama mereka. Well, at least they’re still recognize me as their SR (kayak deja vu, euy) 

okeh, karena udah mau salat isya, tulisan ini saya akhiri dengan kesimpulan: 

mereka itu kayak bhinneka tunggal ika, berbeda-beda tapi tetap satu jua. tampangnya beda tapi perangainya sama. 

NB: mereka bikin bangga loh, juara satu dan juara tiga Food Fair Asrama C2

CONGRATZ!

Mencoba Mencari

Mungkin teman2 ada yg pernah mengalami suatu kemalasan yang luar bidahsyat bin amazing. Kemalasan yang disertai dengan kebimbangan. Kemalasan dan kebimbangan dalam bergerak maju demi menggapai suau tujuan. Seakan-akan waktu melambat, gerakan terhenti, dan seketika otak menepi. Tanpa rasa, tanpa kata, hanya diam dan termenung. Heum, terkadang kita sebagai insan biasa terkurung di dalamnya. Sehingga, kehidupan yang seharusnya berwarna menjadi ternodai karena adanya warna gelap atau abu yang terpampang dalam rangkaian momen warna kehidupan kita.

Saat hal itu terjadi, memang sangat susah untuk keluar darinya. Tetapi, bukan berarti kita tidak bisa melepaskan diri darinya. Ketahuilah bahwa di saat apapun, kapanpun, dan di dimanapun, pertolongan-Nya pasti akan ada. All you have to do is ASK! Mintalah, mintalah kepadanya. Sebab, hal sedemikian tadi merupakan masalah yang cukup fatal bagi manusia. Sehingga, sebaik-baik pertolongan adalah pertolongan dari-Nya.